| Forum | Topik | Post | Pesan Terakhir |
|---|---|---|---|
![]() cara memilih universitas di indonesiaPanduan Memilih PTS
Submitted by Bram D. Wardhana on Fri, 22/01/2010 - 19:14
"Mau nerusin ke mana?" Itu adalah satu pertanyaan yang sering dilontarkan sesudah kita menyelesaikan studi di SLTA. Pertanyaan klasik yang sederhana tetapi tidak semudah itu untuk menjawabnya. Ngomong-ngomong, apa jawaban anda?
Di Indonesia saat ini terdapat 3000+ Perguruan Tinggi Swasta (PTS), tersebar dari Sabang sampai Merauke (tidak termasuk Timor Leste). Ada PTS berbentuk Universitas, Sekolah Tinggi, Akademi, dan lain-lain. Masing-masing PTS mungkin menyelenggarakan lebih dari satu program studi, dan bisa jadi suatu program studi diselenggarakan dalam 2 atau lebih jalur/jenjang pendidikan, misalnya D1, D3, S1. (Kalau anda kurang memahami istilah-istilah tersebut, saya sarankan anda membaca kembali Struktur Pendidikan Tinggi). Bagaimana anda menentukan PTS pilihan anda? Jurusan apa? Lalu jalur/jenjang pendidikannya? Faktor apa saja yang perlu anda pertimbangkan dalam menentukan pilihan tersebut? Permasalahan menjadi jauh lebih sederhana jika di kota anda hanya ada satu PTS dan, karena satu atau lain hal, anda tidak bisa kuliah di luar kota. Tetapi, kasusnya biasanya tidak demikian. Permasalahan muncul karena anda bisa memilih.
Minat
Faktor utama yang harus anda pertimbangkan adalah minat anda. Hampir boleh dipastikan, tidak ada mahasiswa yang berhasil dalam studinya jika itu bertentangan dengan minatnya. Orang lain, termasuk orang tua, boleh memberikan saran atau masukan apapun, tetapi andalah yang akan menjalani sekian tahun proses belajar di perguruan tinggi. Sudah terlalu sering kita mendengar kegagalan mahasiswa karena ketidakcocokan dengan bidang studi yang diminatinya. Jangan sampai hal ini terjadi pada anda.
Biaya
Kemampuan keuangan sangat menentukan pilihan anda. Ini adalah faktor terpenting berikutnya yang harus anda perhitungkan. Kuliah di perguruan tinggi melibatkan banyak komponen biaya. Anda mungkin geleng-geleng kepala kalau saya sebutkan yang berikut ini, mulai uang pendaftaran, uang gedung, uang kuliah pokok, uang SKS, uang praktikum, uang ujian, uang jaket, uang buku, uang kesehatan, uang KKN, uang skripsi, uang ini, uang itu........ you name it. Belum lagi biaya-biaya tidak langsung, seperti biaya kos, biaya hidup, biaya transportasi, biaya buku, biaya foto copy, dan lain-lain. Kalikan itu dengan sekian tahun masa kuliah anda.
Kalau anda bisa tinggal di rumah selama kuliah, sebaiknya ini yang anda pilih. Jadi, pilihlah PTS yang ada di kota anda. Kalau harus kuliah di luar kota, usahakan untuk tinggal di rumah saudara. Ini akan sangat banyak menghemat.
Sebelum melakukan pendaftaran, tanyakan semua komponen biaya yang harus anda bayarkan di PTS yang bersangkutan. Ingat untuk kuliah anda tidak hanya membayar uang kuliah saja. Tanyakan juga waktu pembayarannya. Biasanya PTS memberlakukan sistem pembayaran yang diharapkan tidak memberatkan mahasiswa, misalnya uang gedung boleh diangsur sekian kali, uang kuliah pokok dan uang SKS tidak dibayarkan bersamaan, dan lain sebagainya. Perhitungkan semuanya jika anda tidak ingin gagal karenanya.
Prospek
Dari ratusan program studi yang ditawarkan oleh PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang, 4 - 6 tahun sesudah anda menginjak bangku kuliah. Ada program studi yang tidak populer, sepi peminat karena dianggap tidak menarik atau kurang memberikan harapan pekerjaan dengan hasil yang memadai. Ada juga program studi yang selalu menjadi favorit, walaupun banyak lulusannya yang menganggur. Baik karena kurangnya lapangan pekerjaan atau pun terlalu banyaknya lulusan.
Anda dituntut untuk dapat memprediksi prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah anda lulus nanti. Sebagai contoh, pemerintah pernah menyatakan program studi hukum sebagai jurusan yang sudah jenuh karena jumlah perguruan tinggi penyelenggara dan jumlah mahasiswa yang mengambil program studi ini. Anda harus sangat istimewa di bidang ini untuk dapat bersaing dengan sekian banyak lulusan lainnya.
Apakah hal itu masih berlaku sekarang? Di era reformasi ini kita banyak melihat kasus-kasus hukum yang mulai mencuat ke permukaan. Orang bicara mengenai hak, kewajiban dan tanggung jawab. Banyak buruh melakukan demo menuntut haknya dipenuhi. Selesaikan secara hukum. Banyak perusahaan dan bank yang memerlukan penyelesaian hukum untuk menuntaskan permasalahan sesudah krisis ekonomi ini. Bukankah logis kalau hal-hal tersebut diselesaikan oleh para sarjana hukum?
Kita lihat juga jurusan pertanian dan kelautan. Sesudah sektor industri dan perbankan terpuruk akhir-akhir ini, orang mulai melirik lagi sektor pertanian. Jumlah penduduk Indonesia yang demikian besar, dan semuanya butuh makan setiap hari, menuntut tersedianya bahan pangan yang cukup untuk itu. Dan bukankah Tuhan memberikan tanah yang demikian subur kepada bangsa kita? Kenapa kita kalah dari Thailand misalnya dalam produksi hasil pertanian?
Bukan hanya tanah subur yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi juga laut yang sangat luas dan kaya. Pemerintah pun menyadari hal ini dengan menunjuk seorang menteri yang bertugas untuk mengeksplorasi potensi kelautan Indonesia. Apakah bidang tersebut masih prospektif 5 tahun yang akan datang? Hei.... kita baru saja mulai.
Globalisasi? Tentu saja ini akan sangat menentukan wajah dunia masa datang. Perdagangan bebas, banyaknya perusahaan asing yang masuk ke Indonesia (di antaranya karena aset negara kita terpaksa dijual kepada mereka!), semuanya menuntut standar dunia juga. Bahasa asing (bukan hanya bahasa Inggris), perdagangan internasional, lingkungan, peralatan berteknologi tinggi, komputer, internet, dan banyak lagi akan menjadi tuntutan yang tak terhindarkan.
Saya ingatkan, tidak ada prediksi yang benar 100%. Tetapi akan sangat berguna kalau anda bisa mengantisipasi kondisi di masa depan. Kalau anda merasa tidak mampu melakukannya sendiri, bertanyalah kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depan anda karena ketidaktahuan ini.
Sesudah ketiga faktor di atas anda pertimbangkan masak-masak, kini tiba saatnya anda memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan kriteria tersebut. Sediakan cukup banyak waktu, karena lebih banyak faktor eksternal dan bersifat teknis yang terlibat di sini.
| 1 | 1 | Thu Sep 30, 2010 9:32 pm ehsan99 ![]() |
![]() sejarah pendidikan tinggi di indonesiaSejarah Pendidikan Tinggi Indonesia
Perguruan tinggi yang dewasa ini telah mencapai bentuknya yang mapan dan lengkap sebagai universitas, dengan pilarnya kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik, otonomi keilmuan dan pengelolaan, telah memiliki riwayat yang amat panjang. Embrionya telah muncul di Eropa sejak kurang lebih 400 tahun sebelum masehi, dimulai oleh filosof Plato dengan Taman Academosnya di jaman Yunani purba. Jadi sudah lebih dari 2000 tahun.
Di Indonesia, sejarah ini belum terlalu panjang. Bila Universitas Gajah Mada (UGM, berdiri tanggal 19 Desember 1949) di Yogyakarta dan Universitas Indonesia (UI, berdiri 2 Februari 1950) di Jakarta dianggap sebagai perguruan tinggi tertua, maka catatan ini baru berumur puluhan tahun, walaupun embrio UI sudah ada sejak STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen) di Batavia tahun 1900-an.
Tahun 1870, pemerintah Belanda memberlakukan apa yang disebut Etische Politiek di Hindia Belanda, yaitu suatu perubahan sikap Belanda terhadap koloninya karena merasa berhutang budi kepada bumi putera yang telah menyebabkan Nederland dapat membangun dan menjadi makmur. Hal ini didorong oleh paham liberal yang melanda Eropa dengan motonya liberty, egality, dan fraternity yang berdasar pada humanisme.
Program educatie, irigatie, dan emigratie yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi bumi putera (koloni lebih menghasilkan/produktif) mendorong timbulnya sekolah yang semula hanya untuk belajar membaca, menulis, dan menghitung. Untuk menangani pabrik dan perkebunan modernnya, Belanda merasa perlu membuka sekolah tinggi yang kemudian menjadi cikal bakal berkembangnya fakultas-fakultas di Jakarta.
Bermula dari bidang kesehatan, pada tahun 1902 didirikan STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen) yang kemudian menjadi NIAS (Nerderlandsch Indische Artsen School) tahun 1913 dan GHS (Geneeskundige Hoge School) sebagai embrio fakultas kedokteran. Kemudian disusul dengan berdirinya Rechts School tahun 1922 dan menjadi Rechthoogen School tahun 1924 sebagai embrio Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Di Jakarta tahun 1940 didirikan Faculteit de Letterenen Wijsbegeste yang kemudian menjadi Fakultas Sastra dan Filsafat Universitas Indonesia.
Di Bandung tahun 1920 didirikan Technische Hoge School (THS) yang pada tahun itu juga dijadikan perguruan tinggi negeri. Sementara di Bogor juga didirikan Landsbouwkundige Faculteit pada tahun 1941 yang sekarang disebut Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dua hari setelah proklamasi, tanggal 19 Agustus 1945, pemerintah Indonesia mendirikan Balai Perguruan Tinggi RI yang kemudian mendorong berdirinya Universitas Indonesia yang pada dasarnya merupakan gabungan dari fakultas-fakultas yang telah ada sebelumnya.
Sementara itu di dalam masa perjuangan melawan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia, pemerintah RI di Yogyakarta bekerja sama dengan Yayasan Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada pada tanggal 19 Desember 1949 mendirikan pula Universitas Gajah Mada. Pada awalnya Fakultas Hukum dan Kesusasteraan bertempat di pagelaran dan baru kemudian berangsur-angsur pindah ke kampus Bulak Sumur.
Dengan perkataan lain, modal berdirinya universitas atau perguruan tinggi di Indonesia adalah Universitas Indonesia di Jakarta dan Universitas Gajah Mada di Yogyakarta. Kemudian dari dua universitas ini dikembangkan menjadi lima dengan hadirnya Institut Teknologi Bandung (ITB-1959), Institut Pertanian Bogor (IPB-1963), dan Universitas Airlangga (Unair-1954) yang masing-masing berdiri sendiri.
Untuk perguruan tinggi swasta, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang berdiri tahun 1948 merupakan perguruan tinggi swasta pertama dan paling tua di Indonesia.
| 1 | 1 | Thu Sep 30, 2010 9:11 pm Admin ![]() |
![]() informasi universitas di indonesia
| 0 | 0 | |
![]() alamat perguruan tinggi negri di indonesiaPERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA
Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel - IAIN Sunan Ampel
Kampus : Jl. Achmad Yani 117, Surabaya
Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Kampus : Jl. Cikini (TIM), Jakarta
Institut Pertanian Bogor - IPB
Kantor : Jalan Lingkar Akademik, Kampus IPB Darmaga, Bogor
Telepon : (0251) 622642
Institut Seni Indonesia (ISI)
Yogyakarta
Institut Teknologi Bandung - ITB
Kantor Pusat : Jl. Tamansari 64 Bandung
Kampus : Jl. Ganesha 10 Bandung
Institut Teknologi Surabaya - ITS
Surabaya
Universitas Airlangga (UNAIR)
Kampus : Jl. Airlangga no. 4-6 Surabaya, Jawa Timur
Telp : 031.5031983 - 031.5342557. Faks. 031.5032557
Universitas Brawijaya - UNBRAW
Kampus : Jl. Veteran , Malang
Telepon : (0341) 551611
Universitas Diponegoro (UNDIP)
Kampus Tembalang, Semarang 50239 , Jawa Tengah
Telp. : 024-7460038, Fax : 024-7460038
Universitas Gadjah Mada - UGM
Kantor dan Kampus : Bulaksumur Jogjakarta
Universitas Hasanuddin (UNHAS)
Kampus : Jalan Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar
Telp. 0411-584002, Fax. 0411-585188
Universitas Indonesia (UI)
Kampus : Depok
Universitas Jember (UNEJ)
Jember
Universitas Lampung (UNILA)
Kampus : Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro no. 1 Bandarlampung, 35145 , Lampung
Telp. : 0721 - 701609, 0721 - 702673, Fax. 0721 - 702767
Universitas Mulawarman (UNMUL)
Kampus : Gunung Kelua, Samarinda, 75119 , Kalimantan Timur
Telepon: (0541) 741118, 741797 , Fax.: (0541) 732870
Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Kampus : Jl. Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Telp. : (021)4890046, 4893726, 489 3982, Fax.(021)489 3726
E-mail : unj@unj.ac.id,
Universitas Negeri Makassar (UNM)
Kantor : Jl. A.P.Pettarani Makassar 90222
Telp. : (0411) 869834 - 869854 - 860468, FAX. (0411) 868794
Universitas Negeri Padang (UNP)
Padang
Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
Kantor : Jl. Ketintang, Surabaya 60231 Indonesia
Telp. : (031)-8280009, 8280393, 8280675 Fax : (031)-8280804
Universitas Padjadjaran - UNPAD
Kantor : Jalan Dipati Ukur 35 Bandung
Telepon : (022) 2503271
E-mail : humas@unpad.ac.id
Universitas Riau (UNRI)
Kampus : Binawidya Km. 12.5 Simpang Baru Pekanbaru 28293, Riau
Telp. : (0761) 63266, Fax. (0761) 63279
Universitas Sebelas Maret (UNS)
Kampus : Jl. Ir. Sutami no.36 A Surakarta, Jawa Tengah
Telp: +62 271 646994, 646761, 646624, Fax. 46655.
Universitas Sriwijaya (UNSRI)
Kampus Utama : Bukit Besar dan Inderalaya, Palembang
Universitas Sumatera Utara (USU)
Kampus : Jalan Dr.Mansyur No 9, Padang Bulan Medan 20155, Sumatera Utara
Universitas Tanjungpura (UNTAN)
Kampus : Jl. A. Yani Pontianak, 78124 Kalimantan Barat
Telp. : 0561-734439, Fax 0561-743946
Universitas Udayana(UNUD)
Kampus : Bukit Jimbaran, Bali
Telp: 0361-704625, Fax: 0361-701907
| 0 | 0 | |
Statistics
| User Yang Sedang Online | |
|---|---|
![]() | User terdaftar: Tidak ada Legend : [ Moderators ] |
| Birthdays | |
![]() | No users have a birthday today |
| Forthcoming Calendar Events within the next 5 days | |
![]() | There are no forthcoming calendar events |
| Statistics | |
![]() | Total 2 kiriman artikel dari user Total 2 user terdaftar User terdaftar terakhir adalah ehsan99 User online terbanyak adalah 3 pada Thu Sep 30, 2010 10:04 pm |







